RUDI WALUJO PRASTIANTO

“Menuangkan isi kepala”

Indonesia, Indonesia …

Posted by rudiwp on March 7, 2008

Indonesia, ya …..Indonesia……Indonesia-ku,

“Indon”, begitu orang Malaysia suka menyebut,

lalu, kita orang Indonesia marah ….

lalu, lama dikit, dah lupa, tuh !!

lalu, orang Suroboyo banyak yang ngomong, “le alahhhh, nek ngono thok yo akeh tunggale, rek …”

lalu, ingat lagu lama kesukaanku:

    “bukan lautan hanya kolam susu,

    “kail dan jala cukup menghidupimu,

    “tiada topan tiada badai kau temui ….dst

lalu, mari kita simak data-data berikut ini

Data 1:

Indonesia is the largest archipelago’s country in the world. Total number of islands is 17,508 (Data by the Indonesian Naval Hydro-Oceanographic office) which consists of five major islands and about 30 smaller groups. The five main islands are: Sumatra (» 473,606 km2 in size); the most fertile and densely populated islands, Java and Madura (» 132,107 km2); Kalimantan, which comprises two-thirds of the island of Borneo (» 539,460 km2); Sulawesi (» 189,216 km2); and Irian Jaya (» 421,981 km2) which is part of the world’s second largest island, New Guinea. The Indonesian sea area is four times greater than its land area, which is about 1.9 million km2. The sea area is about 7.9 million km2 (including an exclusive economic zone) and constitutes about 81% of the total area of the country.

In Asia, there are others two biggest archipelago’s countries which are Philippine and Japan. For comparison, the Philippines archipelagic state comprises about 7,100 islands and Japan with 6,852 islands. Total area of the Philippines is about 300,000 km2. About 298,170 km2 of the area is land area with the remaining 1,830 km2 being the total water area. The larger islands in Philippines are Luzon and Mindanao; while in Japan there are four largest – Hokkaido, Honshu, Shikoku, and Kyushu – as well as thousands of adjacent smaller islands. The archipelago runs in an arc from north to south, stretching 3,800 km. Its total land area is 377,818 km2, which are about 4% of that of the United States and slightly more than one and half times as large as that of Britain. Japan occupies about 0.3% of the earth’s total land area.

Comment: hebat, alhamdulillah….kemahhh (kata orang Kelantan)

Data 2:

(Sumber: Kompas-online, 25 Desember 2007)

Sedikitnya 13.000 pulau di Indonesia belum didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-bangsa, dan ribuan di antaranya masih ada yang belum diberi nama. Hingga Mei 2007 lalu, baru 4.300 pulau yang dilaporkan ke PBB.

Karena itu pula, kata Khofifah Indar Parawansa, kerawanan jual beli pulau di Indonesia masih terus terjadi, seperti di Nusa Tenggara Barat dan juga Karimun Jawa di Jawa Tengah. Negara tetangga Malaysia juga masih dapat dengan seenaknya setiap tahun memajukan patok batas wilayah negaranya di Pulau Kalimantan. “Begitu juga dengan lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan,”tambahnya.
Sebaliknya untuk pulau-pulau yang belum bernama, Khofifah mengatakan, pemerintah pusat dapat melimpahkan wewenang pemberian nama itu kepada pemerintah daerah setempat. “Hal ini perlu segera dilaksanakan karena pulau tak bernama sangat rawan dijual belikan kepada orang asing,” katanya.

Comment: lho, kok gini ??

Data 3:

(Sumber: eramuslim.com, “Penjajahan Korporasi Asing Atas Migas Indonesia”, Minggu, 2 Mar 08, 07:24 WIB), http://www.eramuslim.com/berita/tha/8302071254-penjajahan-korporasi-asing-atas-migas-indonesia.htm

Di sektor pendidikan, yang menjadi pilar utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), justru menggambarkan situasi yang lebih miris. Menurut data Susenas 2004, dari penduduk usia sekolah 7–24 tahun yang berjumlah 76,0 juta orang, yang tertampung pada jenjang SD sampai dengan PT tercatat baru mencapai 41, 5 juta orang atau sebesar 55%.

Berdasar data Balitbang Depdiknas 2004, angka putus sekolah atau drop-out di tingkat SD/MI tercatat sebanyak 685.967 anak, yang berhasil lulus SD/MI tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dan putus sekolah di tingkat SMP/MTs sebanyak 759.054 orang

Berdasarkan kajian Balai Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, biaya ideal seorang siswa SD per tahun adalah Rp 1,68 juta. Data Depdiknas menunjukkan, siswa setingkat SD se-Indonesia sekitar 25,5 juta. Jadi untuk menggratiskan pendidikan di SD (minus infrastruktur) adalah 42.8 trilyun. Berdasarkan data Balitbang 2003 mengenai kondisi bangunan SD seluruh Indonesia, 32,2% rusak ringan, rusak berat ada 25%. SLTP yang rusak ringan 19,9%, rusak berat 7,4%. Padahal, untuk memperbaiki sebuah gedung sekolah hanya membutuhkan dana paling banyak Rp100 juta.

Comment: lho, lho…lho……kok…kok…kok tambah gak karuan ??

 

Lalu, Anda mau nambahin data berapa paragraf lagi?

Lalu, Anda ikutan dongkol, mau ikut marah?

He..he….janganlah…..jangan,

Tidak usah ikut-ikut uring-uringan, geram atau marah-marah kalo hanya sebatas gitu doang. Jangan-jangan nanti yang jantungan malah jadi kumat, tambah runyam …..

Tentu, saya yakin Anda semua punya solusi yang lebih baik, lebih arif, dan lebih solutif, bukan malah menambah masalah, bukan ?

OK, selamat berakhir pekan, semoga kali lebih indah dan manfaat …

Assalamu’alaikum wr.wb.

@rwp.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: