RUDI WALUJO PRASTIANTO

“Menuangkan isi kepala”

Sore ha nani ?

Posted by rudiwp on November 14, 2006

botol-teh.JPGYa, kalimat judul di atas saya petikkan dari pertanyaan seorang anak Jepang teman sekolah anak perempuan saya (Inas, 7 thn) kepada istri saya. Kalau dibahasaIndonesiakan berarti “Apa itu?”. Sepintas hanya kalimat singkat dan sederhana, tapi kalau kita tahu bagaimana mimik raut muka bocah perempuan kelas 1 SD itu saat mengucapkannya, maka saya yakin Anda akan tersenyum plus mendapatkan “nuansa baru”, seperti saya, pada saat istri menceritakan kejadian itu pada saya.

Kejadian ini terjadi di rumah saya. Seperti biasa, hari itu Haruka chan (chan adalah panggilan anak kecil perempuan di Jepang) bermain ke rumah dengan Inas. Untuk hal seperti ini (bagi anak2 SD kelas 1 atau 2), di Jepang, harus didahului dengan janjian dulu sepulang sekolah, mau bermain dan pulang jam berapa. Karena baik pergi maupun pulangnya harus diantar-jemput oleh ibunya. Demikian sebaliknya kalau Inas ingin bermain ke rumah Haruka chan.

Setelah puas dan capek main di luar rumah, mereka sama-sama masuk rumah. Karena rumah yang kecil, apalagi bagi pelajar seperti saya yang hanya kebagian rumah dengan 2 ruang utama meski untuk family, maka mereka pun bermain lalu-lalang di kedua ruang itu. Lagian namanya juga anak kecil…Karena merasa kehausan, langsung saja Inas menuju ruang belakang, membuka kulkas. Sementara Haruka mengambil termos minumnya sendiri dari atas meja, bekal dari rumah. Ini juga merupakan kebiasaan orang Jepang, apalagi barangkali karena bermain ke rumah orang asing (anak saya) yang belum lama dikenal, sehingga perlu bawa bekal minum sendiri.

Ternyata Inas meraih sebuah botol berisi air putih dari dalam kulkas. Dan di saat yang sama, istri saya juga sedang mengambil bahan masakan dari dalam kulkas. Ternyata, Haruka chan sedang memperhatikan apa yang dipegang Inas. Serta merta dengan mengarahkan pandangan ke botol yang dipegang Inas disertai mimik heran, dia bilang “Sore ha nani?”. Sementara Inas tenang-tenang aja menuang air putih ke gelas lalu meminumnya. Kok sebegitu herannya Si Haruka chan, ya ? Apa dia di rumah tidak pernah minum air putih dingin ?

Ooo, rupanya karena dia tahu itu botol teh instan (mungkin dia juga sering meminumnya di rumahnya) tapi kok isinya air putih, pikirnya. Rupanya istri saya cukup tanggap, lalu dengan sedikit mengulum senyum dia menjawab, “Haruka chan, sore ha mizu” (“Haruka, itu air putih”). Ternyata Haruka masih mengguman, “Mizu?”. Rupanya dia masih menyimpan sisa rasa keheranannya…..he…he…..

****************

Tahukah Anda, mengapa dia seheran itu?

Yah, hal ini memang tak perlu terjadi jika tempat kejadiannya di Tanah Air. Sebagai anak Jepang, tentu si Haruka chan sudah terbiasa (barangkali juga terdidik, ya?) dengan kebiasaan keseharian orang Jepang yaitu hampir-hampir tidak pernah menggunakan kembali kemasan botol bekas minuman instan untuk menyimpan minuman sejenis ataupun minuman lainnya. Karena kemasan botol plastik tersebut adalah termasuk barang sekali pakai yang tidak layak lagi digunakan untuk kedua bahkan ketiga atau ke-empat kalinya. Setelah beli, isinya habis, ya langsung dibuang ke gomi (tempat sampah). Anjuran seperti itu tertulis jelas di setiap label platic botol minuman instan. Beda dengan saya, kan? Atau Anda juga, ya ? hayoo ? Kalau kita mah, biasa…, ngirit alias jurus penghematan. Kan gak dipakai sampai 3x, 4x? …he…he…
Woww…, dasar orang Jepang “terlalu disiplin”….Eh…atau, dasar orang Indonesia yang…… Inilah yang saya maksud dengan “nuansa baru” di depan. Tentu, tentu…..apa yang mengejutkan Haruka chan sebenarnya dan selayaknya bisa menjadi cermin positif bagi kita semua yang mau mengambil pelajaran. Bagaimana orang-orang Jepang sudah bisa mengupayakan penjagaan kesehatan dan kedisiplinan sedemikian rupa sekaligus menghargainya. Bahkan secara tidak langsung sudah menurunkan pola keseharian tersebut kepada generasi mudanya, anak-anak mereka. Barangkali inilah yang masih menjadi barang langka bagi kita, keteladanan dan konsistensi. Apakah kita tidak bisa?.

Ngomong-ngomong, mudah-mudahan Haruka chan gak cerita sama Mama atau Papanya di rumah, ya ….. he…he….(@rwp).

One Response to “Sore ha nani ?”

  1. alexis said

    heehhhehhhee …. itulah pak orang Indonesia, saya di rumah juga terkadang sama seperti bapak, menggunakan botol bekas minuman instant untuk tempat air putih yang dapat disimpan di lemari es, tapi saya masih “lebih beruntung” pak …🙂 karena sampai saat ini belum ada Haruka chan ataupun chan yang lain main ke rumah saya di daerah tangerang – Indonesia, jadi tidak ada yang merasa heran dengan hal ini …🙂 hehehhee …..
    btw, kebiasaan orang tua / budaya di sekitar sangat2 mempengaruhi faktor perilaku seseorang.
    salam dari Indonesia, kapan balik surabaya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: